Kadin Papua Harus Jadi Benteng Pengusaha Lokal dan Mitra Strategis Pemerintah

Jayapura – Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Papua yang digelar pada 11 April 2026 di Kantor Gubernur Papua menjadi momentum penting bagi keberlanjutan organisasi dunia usaha di Bumi Cenderawasih.

Mantan Ketua Kadin Papua periode 2021–2026, Ronald Antonio Bonay, menyebut pelaksanaan Musprov kali ini sebagai momen emosional sekaligus titik balik bagi perjalanan Kadin Papua ke depan.

Dalam wawancara eksklusif usai Musprov, Bonay mengungkapkan bahwa forum tertinggi organisasi pengusaha tersebut bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan momentum penting untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan dan arah pembangunan ekonomi daerah.

“Musprov VIII Kadin Papua tahun 2026 ini merupakan titik balik yang emosional bagi saya. Lima tahun lalu, pada Musprov VII tahun 2021 saya dipercaya memimpin Kadin Papua. Sejak saat itu setiap kebijakan yang diambil adalah bentuk dedikasi untuk kemajuan dunia usaha di tanah ini,” ujarnya.

Menurut Bonay, agenda Musprov kali ini bukan hanya membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan, tetapi juga memilih pemimpin baru yang diharapkan mampu membawa Kadin Papua melangkah lebih jauh.

Harapan pada Kepemimpinan Baru

Bonay menyampaikan harapan besar kepada kepengurusan baru Kadin Papua yang akan dipimpin oleh Jacleana Joku, yang menjadi calon tunggal dalam Musprov VIII.

Ia menilai kemunculan Joku sebagai calon Ketua Umum menunjukkan kesiapan organisasi dalam melakukan kaderisasi kepemimpinan yang matang.

“Terpilihnya beliau akan menjadi sejarah baru, karena untuk pertama kalinya seorang perempuan Orang Asli Papua memimpin Kadin Papua. Ini menunjukkan bahwa Kadin adalah organisasi yang inklusif dan progresif,” katanya.

Dengan pengalaman panjang Joku di internal Kadin, Bonay optimistis kepemimpinan baru tidak perlu memulai dari awal.

“Beliau sudah memahami denyut nadi pengusaha di Papua. Saya yakin di bawah kepemimpinannya Kadin Papua akan semakin kokoh menjadi rumah bagi para pengusaha lokal sekaligus mitra strategis pemerintah,” tambahnya.

Program Kemanusiaan dan Afirmasi Ekonomi

Mengenang masa kepemimpinannya, Bonay menyebut dua program yang paling berkesan selama memimpin Kadin Papua, yakni aksi kemanusiaan saat pandemi COVID-19 serta penguatan afirmasi ekonomi bagi pengusaha asli Papua.

Pada masa pandemi, Kadin Papua terlibat aktif membantu masyarakat melalui distribusi vaksin, penyediaan oksigen untuk rumah sakit hingga bantuan bagi warga terdampak.

“Pada masa pandemi itulah Kadin membuktikan diri bukan sekadar organisasi pengusaha, tetapi organisasi yang memiliki kepedulian kemanusiaan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong kerangka regulasi yang memberikan perlindungan bagi UMKM serta memperjuangkan ruang bagi pengusaha lokal dalam berbagai proyek strategis dan investasi daerah.

Tantangan Dunia Usaha Papua

Meski demikian, Bonay mengakui dunia usaha di Papua masih menghadapi sejumlah tantangan besar, salah satunya terkait adaptasi terhadap sistem perizinan digital melalui Online Single Submission (OSS).

Menurutnya, masih banyak pelaku usaha lokal yang belum sepenuhnya memahami sistem berbasis risiko tersebut.

“Kadin ke depan harus menjadi pusat edukasi bagi pengusaha lokal agar mereka tidak terhambat secara administratif dan mampu memenuhi standar legalitas usaha secara mandiri,” katanya.

Sektor Potensial Ekonomi Papua

Melihat potensi sumber daya alam Papua yang sangat besar, Bonay menilai ada tiga sektor utama yang berpotensi menjadi tulang punggung ekonomi daerah dalam beberapa tahun ke depan.

Ketiga sektor tersebut yakni sektor perikanan dan kelautan atau blue economy, sektor pertanian dan perkebunan berkelanjutan, serta sektor ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis komunitas.

“Sektor-sektor ini adalah raksasa tidur yang harus kita bangunkan bersama. Jika dikelola dengan teknologi dan manajemen profesional, ekonomi Papua akan jauh lebih mandiri,” ujarnya.

Pentingnya Sinergi Pembangunan

Bonay juga menekankan pentingnya sinergi antara Kadin Papua dengan Pemerintah Provinsi Papua, DPR Papua, serta pelaku usaha lokal.

Ia menyebut hubungan tersebut sebagai “segitiga kekuatan” yang sangat menentukan kemajuan ekonomi daerah.

Dengan pemerintah daerah, Kadin diharapkan mampu mendorong regulasi yang pro-investasi dan mempermudah birokrasi perizinan. Sementara dengan DPR Papua, diperlukan dukungan kebijakan yang memberikan perlindungan nyata bagi pengusaha lokal sesuai amanat Otonomi Khusus.

Adapun dengan pelaku usaha lokal, Kadin harus membangun kepercayaan sekaligus meningkatkan kapasitas agar pengusaha daerah dapat menjadi aktor utama dalam pembangunan ekonomi.

Pesan untuk Generasi Pengusaha Muda

Bonay juga memberikan pesan khusus bagi generasi pengusaha muda Papua agar lebih aktif mengambil peran dalam organisasi Kadin.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong digitalisasi ekonomi dan inovasi bisnis berbasis potensi lokal.

“Mereka harus berani menciptakan model bisnis baru, namun tetap berakar pada budaya dan kearifan lokal Papua. Integritas dan profesionalisme juga harus menjadi fondasi utama agar kita dipercaya oleh investor,” jelasnya.

Pesan Terakhir untuk Kepengurusan Baru

Menutup wawancara, Bonay menyampaikan tiga pesan utama kepada kepengurusan Kadin Papua yang baru.

Pertama, menjaga marwah afirmasi ekonomi bagi pengusaha asli Papua agar semangat Otonomi Khusus benar-benar dirasakan masyarakat.

Kedua, memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga pelaku usaha.

Ketiga, menjadikan Kadin Papua organisasi yang adaptif terhadap perubahan dan lebih modern dengan memanfaatkan teknologi.

“Bawalah Kadin Papua menjadi organisasi yang kuat, inklusif dan bermanfaat bagi seluruh pelaku usaha. Saya percaya estafet kepemimpinan ini akan membawa Kadin Papua melangkah lebih jauh demi kemajuan ekonomi Tanah Papua,” pungkasnya. ( Penulis Hengky Bagre/Editor Jamaludin/Vio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *