Jayapura, Ketua Umum Relawan Mari Yo Mania, Hendrik Yance Udam (HYU), angkat suara menanggapi tuduhan serius yang dilontarkan Calon Gubernur Papua Benhur Tomi Mano (BTM) terkait penangkapan mantan Bupati Biak Numfor, Herry Naap.
Dalam orasi politiknya beberapa hari lalu di Biak dan Supiori, BTM menuding bahwa penangkapan Herry Naap adalah bagian dari skenario politik Calon Gubernur Matius Derek Fakhiri (MDF) untuk menjatuhkan elektabilitasnya di wilayah tersebut.
Tudingan ini langsung dibantah tegas oleh HYU saat menghadiri kegiatan Kapance Mari Yo di Tobati dan Enggros pada 24 Juli 2025.
“Apa yang disampaikan BTM itu hoaks. Pak MDF tidak pernah terlibat atau memerintahkan penangkapan Herry Naap. Penangkapan itu murni proses hukum oleh pihak kepolisian karena pelaku melakukan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur,” tegas HYU
HYU menambahkan bahwa Herry Naap ditangkap karena dugaan tindakan pidana berat berupa pelecehan seksual sesama jenis terhadap anak laki-laki.
“Ini bukan soal politik, ini soal hukum dan perlindungan terhadap anak-anak kita. Justru masyarakat Biak dan Supiori harus berterima kasih karena aparat bertindak tegas demi mencegah lebih banyak korban,” tegasnya.
HYU juga menyesalkan cara BTM berkampanye dengan menyebarkan hoaks dan fitnah, alih-alih menyampaikan visi dan misi kepada masyarakat.
“Saya minta Pak BTM fokus menyampaikan program kerja, bukan membangun narasi palsu. Ini framing negatif untuk menjatuhkan MDF yang justru sedang mendapatkan simpati rakyat Papua,” ucapnya.
Lebih lanjut, HYU menilai bahwa BTM sedang panik menghadapi gelombang dukungan rakyat kepada pasangan MDF – Aryoko Rumaropen (MARI YO) dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua pada 6 Agustus mendatang.
“Jangan permalukan demokrasi dengan fitnah. Rakyat Papua hari ini sudah cerdas dan tak mudah dibodohi dengan politik kotor,” tutup HYU.
